Iklan atas
Iklan tengah
Dia adalah wanita Yazidi yang pernah menjadi budak s3ks ISIS dalam beberapa bulan.
Cerita yang mungkin tidak bisa ia lupakan selama hidupnya ia ceritakan ketika ia pulang ke kampung halamannya yang sudah ia tinggalkan sejak 2014 silam.
Dia tak kuasa menahan emosi dan tangis ketika menginjakkan kaki ke tempat kelahirannya.
BACA JUGA: Budaya di Jepang Seorang Ayah Berhak Memegang "ANU" Anaknya untuk Alasan Mengejutkan ini!
Sebab, tempat itu telah menjadi saksi bisu pembunuhan dan pembant4ian ibu dan 6 saudara laki-lakinya.
Isak tangisnya pun pecah setelah bertemu dengan kakak laki-lakinya yang merupakan anggota milisi Pasukan Mobilisasi Rakyat (PMF), yang berhasil membebaskan Desa Kojo dari tangan ISIS awal pekan ini.
Di desa itu, wanita berumur 24 tahun ini mengunjungi rumah lamanya, mengumpulkan pakaian milik ibunya.
“Saya sudah menunggu hari ini selama hampir tiga tahun,” kata Nadia kepada fotografer Reuters yang ikut bersama pasukan PMF, melansir Suryamalang.com.
Nadia mulai menceritakan saat dirinya dirampas dari ibu dan kakak laki-lakinya saat ISIS menguasai Irak dan Suriah tiga tahun lalu.
Dia kemudian dijual sebagai budak sebelum akhirnya dibawa ke kota Mosul, tempat dimana dia mengalami pelecehan s3ksual dan penyiksaan fisik selama beberapa bulan.
BACA JUGA: Saat Malam Pert4ma, Cewek ini malah Teriak Histeris karena yang Masuk Bukan Punya Suami tapi Benda ini
“Kami harap kami juga dibunuh ketimbang dijual sebagai budak dan diperk0sa orang-orang Suriah, Irak, Tunisia, dan Eropa,” ujar Nadia.
Tapi Tuhan menyayanginya, dia berhasil melarikan diri dari ISIS.
Sejak berhasil melarikan diri, Nadia menjadi penasihat etnis Yazidi dan para pengungsi serta aktivis hak-hak perempuan.
Karena aksi mulianya itu pula, Nadia beserta rekan perempuan Yazidi, Lamiya Aji Bashar mendapatkan penghargaan Sakharov untuk kebebasan berpikir pada tahun 2016 lalu.
sumber: palingseru.com
